Tahun lalu saat pulang kampung yang kebetulan berada di daerah jawa tengah tepatnya daerah Purworejo, sedang terjadi musim hujan. Jadi emang sudah persiapan dari kota bawa “alat tempur” hujan dan dingin. Sudah populer banget kalau Purworejo langganan dingin bak di kutub saat kemarau dan musim hujan. Kali pertama saya kesana, tidak sampai sehari langsung kedinginan dan masuk angin karena dari stasiun tanpa jaket pake ojeg motor. Hehe, makanya saya sudah antisipasi nii biar ga kecolongan masuk angin lagi. Saya dan suami ada libur sekitar 4 hari, jadi langsung beli tiket kereta keberangkatan jam 7.00 petang dari Stasiun Senen.
8 jam perjalanan dilalui dengan badan pegal semua karena hampir seharian duduk diam dikereta. Begitu sampai di Stasiun akhir perjalanan, yaitu stasiun Kutoarjo Jawa Tengah, saya dan suami di jemput adik ipar untuk ke rumah Ibu Mertua. Kami dijemput menggunakan mobil yang kebetulan baru dibeli beberapa bulan lalu oleh adik ipar. Jarak dari stasiun ke rumah ibu Mertua yang berada di daerah hampir gunung ( kalau kata saya, soalnya memang cukup nanjak ), yaa jaraknya cukup jauh. Tolong bayangin ya, kalau naik motor ngebut, bebas macet kira – kira 1,5 jam baru nyampe. Waduh apalagi kalau pakai mobil yaa.

Eitt, tapi saya tidak jadi ngeluh naik mobil yang kata orang ga bisa ngebut lah, repot lah kalau mogok hehee. Saya ketawa bahagia malah, karena di saat yang lain pada menepi karena kehujanan dan kedinginan kena tiupan angin hujan. Saya dan suami malah bisa santai sambil nglurusin kaki yang pegel sambil ngobrol tanpa tersentuh hujan atau kedinginan apalagi kena cipratan air lumpur karena hujan.
Kalau ada hujan gede identik longsor, pohon tumbang dan kecelakaan yaa.  Nahh, begitu juga dengan perjalanan kami. Terjadi kecelakaan motor jatuh tepat di samping kiri mobil kami di daerah Brenggong. Mobil kena baret sedikit karena tersenggol spion dan badan motor. Kami masih bersyukur, karena badan kami tidak kenapa napa karena kecelakaan motor tersebut, secara kita kan di dalam mobil hihii. Jadi berasa dilindungi dengan aman dari “dunia luar” mobil. Karena dingin, suami liat ada tukang somay langsung ngidam aja, mobil diberhentiin dan minta bungkus. Widihh, asyik juga yaa melaju sambil ngemil dengan bebas ( ngomong dalam hati). Udah lama sii pengin beli mobil, tapi karena banyak yang bilang kalau mobil “repot segalanya” jadinya di tunda terus. Si adek ipar ngomporin suruh beli mobil aja 1. Soal nya selain aman dari sinar matahari atau hujan, pakai mobil kemana – mana bisa bawa banyak barang tanpa repot. Di sini nii, momen saya dan suami terpengaruh kuat untuk beli mobil. Banyak sisi baik dan keuntungannya naik mobil. Apalagi saat ini saya ada anak, jadi akan nyaman banget kalau berkendara pake mobil bawa si kecil. Barang bawaan juga tidak repong lagi kalau pakai mobil. Terbebas dari panas, hujan, dan dunia luar. Kami sepakat insyaallah untuk memiliki sebuah mobil, lg mulai ngumpulin duit nii. Nah, besok nii di bulan agustus tanggal 11 – 21 di ICE BSD – City bakal ada event #pameranmobil yang merupakan kerjasama indonesiaautoshow.com dan telunjuk.com untuk menampilkan dan memamerkan mobil green car alias mobil ramah lingkungan. Acaranya sangat seru seperti tahun sebelumnya karena event ini diadakan tiap tahunnya oleh GIIAS. Yuk datang dan ramaikan eventnya yaa guyss….

Advertisements